Category Archive: Uncategorized

Taufan Tiro: Justru Saya yang Dipaksa Minta Maaf

maiwanews – Anggota DPR Andi Taufan Tiro tidak terima dituding telah berlaku arogan terhadap petudas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang. Justru Taufan mengaku dipaksa meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Taufan bahkan sudah minta maaf. “Saya tidak boleh keluar (dari bandara Soetta) sebelum saya minta maaf ke anak buahnya (petugas Bea Cukai),” kata Andi Taufan Tiro di Jakarta Rabu 22 Februari 2012.

Permintaan maaf itu dilakukan Taufan saat petugas Bea Cukai belum mengetahui bahwa ia adalah anggota DPR. Petugas itu baru tahu Taufan adalah anggota DPR setelah paspornya diminta mereka. “Saya tidak pernah mengaku sebagai anggota DPR,” kata Taufan.

Taufan juga membantah telah menampar petugas sebagaimana informasi yang beredar melalui Black Berry Massenger (BBM). Taufan mengatakan hanya mendorong, itupun sebagai reaksi dikerubuti beberapa petugas lainnya.

Taufan mengaku heran informasinya bisa seperti ini, padahal menurutnya, anggota Komisi V DPR itu bahkan dipaksa ke kantornya oleh atasan petugas Bea Cukai itu.

Kejadian bermula ketika menjelang Maghrib, Selasa 21 Februari 2012,  Taufan bersama anggota DPR lain baru mendarat dari Narita, Jepang. Bersama rombongan, Taufan menuju pintu keluar terminal bandara.

Di pintu keluar, terdapat tiga jalur keluar tapi cuma satu yang dibuka, karena antrian lama, Taufan lalu memprotes. Ketika satu pintu lagi akhirnya dibuka, Taufan langsung berpindah jalur antrian yang baru dibuka. Saat pindah itulah petugas menegur Taufan lalu terjadi perdebatan kecil.

Karena menarik perhatian, beberapa petugas lain termasuk atasannya datang mengerubuti Taufan. Merasa kurang nyaman, Taufan mendorong seorang diantaranya. “Hanya mendorong, bukan menampar,” kata dia.

Menyusul kejadian itu, beredar broadcast message yang berisi informasi, seorang anggota DPR, Andi Taufan Tiro telah menampar seorang aparat Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.

 

Artikel Terkait:

  1. Hendarman Minta Maaf Selama Jadi Jaksa Agung
  2. Rektor IPDN Minta Maaf Kepada Masyarakat Sunda
  3. Jampidsus Bertemu Hary, Jaksa Agung Minta Maaf
  4. Tak Merasa Bersalah, Dipo Alam Tolak Minta Maaf
  5. Di Pemakaman Supriyadi, Kapolda Sulteng Minta Maaf

(Taufan Tiro: Justru Saya yang Dipaksa Minta Maaf)

Ayatollah Khamenei Tegaskan Program Nuklir Iran akan Diteruskan

Tim inspektur PBB mengatakan kunjungan ke Iran yang bertujuan memperoleh akses lebih besar ke lokasi nuklir utama dan ke para ilmuwan berakhir dengan kegagalan, saat pemimpin tertinggi Republik Islam itu memperingatkan bahwa kehendak apapun tidak akan menggagalkan program nuklir negaranya.

Kepala Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA, Yukiya Amano, hari Rabu mengatakan Iran menolak permintaan IAEA untuk menginspeksi kompleks militer Parchin di dekat Teheran, yang dicurigai sebagai tempat fasilitas nuklir bawah tanah yang dirahasiakan. Dia mengatakan Teheran tidak mengizinkan timnya untuk mewawancarai para ilmuwan atau terlibat dalam pembicaraan substantif tentang nuklir Iran.

Dalam respon yang bersikap menantang, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei mengatakan program atom Iran akan diteruskan biarpun ada “tekanan, sanksi dan pembunuhan,” dan bahwa negara itu tidak berusaha membuat senjata nuklir.

Kepala inspektur Herman Nackaerts hari Rabu menyebut pembicaraan itu “mengecewakan.” Dia mengatakan IAEA melakukan kunjungan terbaru ini – dan, kunjungan sebelumnya bulan lalu yang tanpa hasil – “dalam semangat konstruktif,” tapi bahwa “kita tidak bisa maju ke depan.”

Dia mengatakan langkah IAEA selanjutnya akan ditentukan setelah timnya melapor kepada kepala IAEA itu dan dewan gubernurnya, yang dijadwalkan bertemu awal bulan depan.

(VoA)

2 Wartawan Asing Termasuk 74 Korban Tewas di Suriah

Tembakan artileri bertubi-tubi hari Rabu oleh pasukan Suriah di kubu oposisi Homs dan tempat lain telah menewaskan sedikitnya 74 orang, termasuk dua wartawan Barat.

Pemerintah Prancis mengidentifikasi wartawati yang tewas itu bernama Marie Colvin, seorang koresponden perang terkemuka warga Amerika yang bekerja untuk surat kabar Inggris Sunday Times, dan seorang wartawan foto Prancis Remi Ochlik.

Para aktivis mengatakan beberapa wartawan lainnya luka-luka dalam serangan terhadap media center darurat di distrik Baba Amr di Homs dan bahwa gedung itu tampaknya telah sengaja ditargetkan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengenang Colvin. Ia mengatakan, “Koresponden asing berbakat dan dikagumi dari Sunday Times, Marie Colvin, telah tewas akibat tembakan artileri di Suriah. Ini mengingatkan risiko yang diambil wartawan untuk memberitahu dunia mengenai apa yang terjadi dan berbagai peristiwa mengerikan di Suriah dan doa kami menyertai keluarga dan teman-temannya.”

Organisasi Reporters Without Borders yang berbasis di Paris memberitahu VOA pihaknya kini menyelidiki apakah pasukan Suriah sengaja menarget gedung tersebut.

Pemerintah Suriah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak tahu-menahu bahwa wartawan-wartawan itu berada di Suriah. Suriah tidak mengizinkan wartawan asing berkeliaran secara bebas dan bahwa sebagian besar wartawan tidak dibolehkan masuk ke Suriah.

Selagi krisis itu meningkat, PBB mengatakan hendak mengirim kepala misi kemanusiaan, Valerie Amos, ke Suriah untuk memperoleh akses masuk bagi para pekerja bantuan yang berusaha menyalurkan bantuan darurat.

Kelompok oposisi utama Suriah di Paris hari Rabu mengatakan bahwa intervensi militer asing mungkin merupakan satu-satunya cara untuk menjamin bantuan darurat dapat menjangkau mereka yang terjepit di tengah-tengah akibat bentrokan itu.

Sementara, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan kematian itu menunjukkan bahwa sudah waktunya bagi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berakhir. Menteri Luar Negeri Alain Juppe menyebut insiden itu sebagai “pembunuhan”, sementara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan ini adalah” satu lagi contoh kebrutalan tak tahu malu oleh pemerintah Suriah.”

(VoA)

7 Tewas dalam Protes atas Pembakaran al-Quran di Afghanistan

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengimbau warga supaya tetap tenang setelah bentrokan beberapa hari antara pasukan keamanan Afghanistan dan demonstran menyebabkan sedikitnya tujuh orang tewas di seluruh pelosok negara itu.

Dalam sebuah pernyataan Rabu, Karzai mengatakan Afghanistan berhak untuk melakukan aksi protes, tapi ia mendesak mereka untuk tidak menggunakan kekerasan. Dia juga mengimbau para pengunjuk rasa untuk menunggu sampai penyelidikan selesai.

Para pejabat Afghanistan mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan Afghanistan dan demonstran yang berunjuk rasa untuk hari kedua menentang pembakaran Al-Quran di sebuah pangkalan militer NATO.

Pihak berwenang mengatakan puluhan orang lagi juga terluka dalam aksi protes di ibukota, Kabul, provinsi Parwan dan Jalalabad.

Wartawan VOA di Jalalabad melihat pasukan keamanan Afghanistan dengan perlengkapan anti huru-hara berhadapan dengan demonstran yang melemparkan batu dan melakukan pembakaran. Polisi juga menggunakan selang air dari sejumlah kendaraan dalam upaya mengendalikan massa. Salah seorang pengunjuk rasa di tempat kejadian memberitahu VOA bahwa polisi telah melepaskan tembakan dari sebuah pos penjagaan dan salah seorang temannya kena tembakan.

Para pengunjuk rasa memberitahu VOA bahwa mereka ingin warga Amerika keluar dari negara mereka dan bahwa kata-kata saja tidak dapat mengubah sikap tidak sopan yang dialami umat Muslim.

Sementara itu, massa di ibukota, meneriakkan “Kematian Untuk Amerika” sambil melemparkan batu ke arah petugas, membakar mobil dan gedung serta melakukan pemblokiran terhadap beberapa jalan utama. Aksi protes itu memicu Kedutaan Besar Amerika untuk melarang semua stafnya keluar dan menangguhkan semua perjalanan.

Wakil Menteri Pertahanan Amerika Ashton Carter hari Rabu bertemu di Kabul dengan para pemimpin Afghanistan, termasuk Presiden Hamid Karzai, untuk meminta maaf sekali lagi atas insiden tersebut.

Sehari sebelumnya, komandan koalisi internasional, Jenderal John Allen, mengeluarkan permintaan maaf dan memerintahkan penyidikan atas laporan bahwa pasukan koalisi membakar sebagian besar buku agama Islam, termasuk Quran.

“Saya yakinkan Anda … Saya berjanji kepada Anda … ini sama sekali tidak. Saya minta maaf setulusnya karena telah melukai perasaan Presiden Afghanistan, pemerintah Republik Islam Afghanistan, dan yang paling penting, rakyat Afghanistan,” ujar Jenderal Allen.

Seluk-beluk insiden itu tidak jelas. Menurut laporan yang belum dikukuhkan, tentara NATO di Pangkalan Udara Bagram akan memusnahkan sejumlah besar al-Quran dengan membakarnya, tetapi dicegah oleh warga Afghanistan yang bekerja di sana.

Protes Afghanistan terhadap pemusnahan kitab suci umat Islam telah berujung mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Bulan April 2011, kira-kira 20 orang tewas dalam beberapa hari aksi protes di seluruh Afghanistan setelah pendeta Amerika Terry Jones membakar sebuah al-Quran di gerejanya di Florida.

(VoA)

Amerika Resmikan Museum Nasional Afrika-Amerika

Lapangan National Mall di Washington akan memiliki museum baru yang sudah lama dinanti-nanti yang didedikasikan pada pengalaman warga Amerika keturunan Afrika.

Presiden Amerika Barack Obama dan pejabat lainnya – termasuk mantan Ibu Negara Laura Bush – hari Rabu ikut dalam peletakan batu pertama Museum Nasional Sejarah dan Budaya Warga Amerika Keturunan Afrika. Obama menyebut museum ini akan menjadi inspirasi bagi generasi Amerika masa depan.

Dia mengatakan museum baru itu “bukan hanya catatan tragedi, tetapi perayaan akan kehidupan.” Dia juga mengatakan museum itu “membuktikan bahwa hal yang paling penting dalam hidup jarang diperoleh dengan cepat atau mudah. Museum ini seharusnya mengingatkan kita bahwa meskipun kita belum sampai ke puncak gunung, kita tidak boleh berhenti mendaki.”

John Lewis, anggota Kongres dan mantan pemimpin pejuang hak-hak sipil selama bertahun-tahun berusaha meminta anggota Kongres untuk menyetujui proyek museum itu. Dia mengatakan museum itu sangat penting.

Lewis mengatakan, “kita harus menceritakan kisah, secara keseluruhan, kisah 400 tahun kontribusi warga Amerika keturunan Afrika kepada sejarah bangsa ini dari perbudakan hingga kini.”

Museum ini akan menjadi museum ke-19 yang dibuka di The Mall dan dibangun dekat Monumen Washington, di lahan yang sama di mana budak-budak Afrika dulu pernah diperdagangkan. Museum yang biaya pembangunannya 599 juta dolar ini akan dibuka pada tahun 2015.

(VoA)

Meski Dapat Dana Talangan Baru, Peringkat Kredit Yunani Turun

Lembaga pemeringkat internasional Fitch kembali menurunkan peringkat kredit Yunani dengan mengatakan, negara yang dililit utang itu kemungkinan gagal memenuhi kewajiban utangnya, bahkan setelah memastikan mendapat suntikan dana talangan baru dari negara-negara tetangganya di Eropa.

Fitch mengatakan Rabu, lembaga ini menurunkan peringkat utang Yunani dari CCC ke C, sehingga membuat peringkat kredit pemerintah Athena semakin terjerumus ke dalam status sampah. Lembaga pemeringkat itu mengambil langkah itu setelah Yunani sebelumnya pekan ini memastikan memperoleh dana talangan internasional baru sebesar 172 miliar dolar dan menegosiasikan penghapusan 142 miliar dolar utangnya kepada lembaga-lembaga keuangan besar.

Sementara Yunani telah mencapai kesepakatan umum mengenai penghapusan lebih dari setengah utangnya ke para kreditor swasta, negara itu masih harus merundingkan persyaratan-persyaratan khusus penghapusan utang dengan masing-masing bank dan para investor lain. Para pejabat Yunani mengatakan, jika dua pertiga dari pemberi pinjaman sepakat untuk memangkas jumlah utang Yunani, para pejabat itu akan memberlakukan pengurangan utang yang sama kepada para pemberi pinjaman lainnya.

Fitch mengatakan dipangkasnya utang secara sepihak kepada para kreditor swasta seperti itu akan meningkatkan kegagalan Yunani dalam memenuhi kewajiban utangnya, dan menyebut pengaturan seperti itu merugikan dan memaksa.

Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan masih banyak yang harus dilakukan oleh negara itu sebelum mulai memperoleh dana talangan baru itu — paket pertolongan kedua dalam dua tahun.

 

(VoA)

Yaman Kesulitan Tumpas al-Qaida, Meski Dibantu Amerika

Amerika sudah lama membantu Yaman memerangi al-Qaida di Semenanjung Arab, menyediakan pelatihan, perlengkapan, dan pesawat bersenjata bagi upaya-upaya kontra-terorisme.

Tetapi, sebagian pihak di Yaman memandang bantuan luar negeri sebagai campur tangan saja. Seorang warga Sana’a Mohamed Mohie el Din mengatakan bahwa warga Yaman hendak melindungi diri mereka sendiri. Ia mengatakan mereka ingin sekali untuk bisa melindungi diri mereka sendiri. Yaman memang selalu demikian, ujarnya. Yaman sejak dulu merupakan kuburan bagi mereka yang melakukan invasi, katanya.

Yang paling menyakitkan hati adalah kematian warga sipil dalam serangan pesawat tanpa awak milik Amerika, yang terburuk adalah saat 40 orang tewas dalam serangan yang keliru tahun 2009.

Tetapi, ada imbalannya biarpun menyakitkan. Banyak warga Yaman menentang al-Qaida dan tidak ingin Yaman dipandang sebagai tempat perlindungan bagi para teroris.

Analis politik Nasser Arrabyee mengatakan biarpun jatuhnya korban sipil sangat disesalkan sipil, serangan pesawat tanpa awak itu juga telah mencapai tujuan yang diinginkan.

“Menyedihkan, karena kami tidak ingin hal-hal seperti ini terjadi, tetapi dari segi al-Qaida, tanpa serangan-serangan pesawat tanpa awak itu, al-Qaida mungkin bisa menguasai paling tidak separuh Yaman,” ujarnya.

Sebagian serangan pesawat udara tanpa awak tahun lalu berhasil mengenai target, menewaskan Anwar al-Awlaki, warga Amerika keturunan Yaman yang berpengaruh itu, dan bulan lalu menewaskan Abdel Monem al-Fathani, yang tahun 2000 membom kapal USS Cole.

Meskipun telah kehilangan kedua tokohnya, al-Qaida telah semakin subur dalam pergolakan setahun ini. Di beberapa daerah, mereka memerintah secara kejam, memenggal kepala yang disangka pengkhianat, bahkan menyalib seorang laki-laki.

Tetapi di tempat-tempat lain, mereka disambut baik. Arrabyee teringat pada kunjungan minggu lalu ke kota Zinjibar yang dikuasai al-Qaida di mana penduduk memberitahu al-Qaida tidak menganut ideologi kelompok ekstremis itu.

Ia bertutur, “Saya bertanya kepada mereka, mengapa tidak memerangi al-Qaida? Mereka mengatakan, “Kenapa kami harus memerangi mereka? Mengapa kami harus memerangi al-Qaida, sementara kami diabaikan oleh pemerintah dan oleh siapa saja. Mereka memberi kami layanan, layanan umum, mengapa kami harus memerangi mereka?”

Arrabyee mengatakan meskipun kehadiran Amerika mungkin membantu dalam keamanan udara, masih banyak lagi yang harus dilakukan di lapangan.

(VoA)

Puluhan Ribu Menderita di Burma akibat Pengurangan Bantuan untuk HIV dan TBC

Organisasi Dokter Tanpa Tapal Batas mengatakan dua pertiga penderita HIV di Burma yang membutuhkan obat anti-retroviral tidak bisa memperolehnya.

Itu mengakibatkan 85.000 orang rentan terhadap penyakit-penyakit seperti tuberkulosa, penyebab seperempat kematian akibat AIDS.

Organisasi itu, yang juga dikenal sebagai Medicins Sans Frontiéres (MSF), mengatakan setiap tahun diperkirakan ada 9.300 penderita baru penyakit tuberkulosa yang tidak mempan obat, tetapi sampai saat ini hanya 300 yang diobati.

Untuk membantu mengatasi kesenjangan itu, MSF berharap mendapat dukungan keuangan dari Dana Global untuk Pemberantasan AIDS, TBC, dan Malaria. Tetapi, dalam bulan November bantuan itu tiba-tiba ditangguhkan karena kurangnya dana dari negara-negara donor.

Peter Paul de Grotte, kepala operasi kelompok itu di Burma, mengatakan pendanaan itu seharusnya bisa memperluas pengobatan secara dramatis.

“Dengan penangguhan itu, ada 46.500 penderita HIV yang sedianya bisa diobati dalam beberapa tahun mendatang dan sekitar 10.000 orang penderita penyakit tuberkulosa yang tidak mempan obat, tidak akan bisa diobati karena tidak ada uang masuk ke negara itu,” ujarnya.

MSF mengatakan perebakan HIV di Burma relatif rendah, tetapi kurangnya pengobatan membuatnya sebagai salah satu epidemi yang paling serius di Asia.

PBB mengatakan antara 15.000 sampai 20.000 penderita HIV meninggal setiap tahun di Burma karena tidak mendapatkan pengobatan semestinya. Perebakan tuberkulosa di Burma juga sangat tinggi, yaitu hampir tiga kali tingkat rata-rata global.

MSF adalah pemasok terbesar obat anti-retorviral di Burma, di mana layanan kesehatan hanya merupakan bagian kecil dari anggaran pemerintah.

Tahun ini Burma diperkirakan akan meningkatkan anggarannya untuk layanan kesehatan, tetapi masih tergantung pada bantuan luar negeri.

(VoA)

Pertarungan Capres AS dari Partai Republik Masuki Tahap Penting

Pertarungan nominasi calon presiden Amerika dari Partai Republik memasuki tahap penting, tapi jajak pendapat terbaru menunjukkan belum ada calon yang terdepan untuk menggeser Presiden Amerika dari Partai Demokrat Barack Obama pada bulan November.

Mantan senator Pennsylvania Rick Santorum dan mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney muncul sebagai dua favorit di kalangan pemilih Republik. Jajak pendapat nasional yang dirilis Rabu oleh Universitas Quinnipiac menunjukkan Santorum memimpin, mengungguli Romney sebesar 9 persen.

Tapi jajak pendapat menunjukkan Santorum akan kalah dari Presiden Obama dalam pemilihan umum, sementara pertarungan antara Obama-Romney akan ketat.

Menjelang debat di negara bagian Arizona Rabu malam yang akan disiarkan secara nasional, Romney kembali menyerang, dengan mengatakan sepak terjang Santorum di Kongres tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang konservatif dalam bidang fiskal.

Komentar Romney itu muncul saat kampanyenya membayar jutaan dolar untuk iklan televisi yang menggambarkan Santorum sebagai pemboros besar.

Santorum mengatakan itu tidak benar, dan mengatakan ia telah membahas isu-isu rumit, termasuk Medicare, Medicaid dan Jaminan Sosial.

Pengamat politik mengatakan perdebatan Rabu malam – yang juga akan menampilkan mantan Ketua DPR Newt Gingrich dan anggota DPR asal Texas Ron Paul – bisa meninggalkan kesan yang kuat pada pemilih di Arizona dan Michigan, yang akan mengadakan pemilihan pendahuluan minggu depan.

Pada tanggal 6 Maret, para pemilih di 10 negara bagian akan mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih penantang yang akan menghadapi Presiden Obama dalam pemilu bulan November. Hari itu dikenal sebagai “Super Tuesday.”

(VoA)

5 Kota Besar Indonesia Dukung Aksi Earth Hour 2012

Tahun ini, ‘Earth Hour’ di Indonesia akan dilaksanakan untuk keempat kalinya. Dengan perkembangan yang demikian pesat dari segi wilayah, partisipasi, dan kesadaran masyarakat dunia, Earth Hour diharapkan tidak hanya menjadi kampanye simbolis, namun menjadi gerakan perubahan besar dan kongkrit di masyarakat.

WWF Indonesia berkomitmen untuk mengusung kampanye ini hingga tahun 2014, untuk membangun kesadaran masyarakat – terutama di kota-kota besar Jawa-Bali, yang selama ini menjadi pengguna listrik terbesar yaitu 78 persen, dan cenderung boros. Dari angka ini, sekitar 23 persen pengguna berada di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.
<!–IMAGE-RIGHT–>

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga, mengatakan lima kota besar kembali menyatakan kesiapannya mendukung Earth Hour tahun ini; yaitu DKI Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, dan Bali. Selama satu jam listrik di lima kota akan serentak dimatikan, mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

“Seruan aksi tahun ini sebetulnya kita ingin mengajak semakin banyak orang untuk mendukung Earth Hour. Artinya perduli, tahu pesannya apa, dan mau berbuat. Paling tidak mulai dari hemat energi dulu. Pesan dasarnya ‘kan tetap itu, hemat energi di tingkat rumah tangga. Hemat energi itu kebiasaan; kalau di rumah enggak biasa hemat di kantor pasti enggak biasa hemat, demikian sebaliknya. Jadi kita harus mulai di dua tempat. Kalau di rumah ini akan menjadi trickle down effect (efek turunan) yang cukup tinggi,” ujar Nyoman Iswarayoga.

Untuk ke depan, menurut Nyoman, Earth Hour diharapkan tidak sebatas mematikan listrik, tetapi diikuti aksi penghematan energi lainnya serta kegiatan penghijauan seperti menanam pohon dan membuat lubang biopori.

Di luar pemerintah pusat dan daerah, beberapa korporasi juga siap berpartisipasi program Earth Hour, dalam beragam kegiatan. Humas PT Garuda Indonesia, Diah Wiratmi, kepada VOA mengatakan beberapa program yang sejalan dengan konsep Earth Hour telah diterapkan pada perusahaan penerbangan milik negara itu.
<!–IMAGE-left–>
“Earth Hour memang awalnya diinisiasi oleh WWF, tetapi di Garuda sudah menjadi kegiatan rutin yang kita lakukan setiap hari. Kita melakukan carbon off set, penggunaan biofuel tapi itu masih studi kelayakan tapi nanti di masa depan kita mengarah ke situ. Lalu menanam pohon, dan juga menggunakan konsep eco-living untuk pembangunan kantor Garuda yang baru. Kami meminimalkan penggunaan cahaya,” kata Diah Wiratmi.

Diah menambahkan, sisa buangan kertas hasil cetakan tiket juga didaur ulang menjadi agenda. Sejak 2009, bagian pengamanan lingkungan perusahaan juga menghimpun data dari semua unit, berapa watt listrik yang berhasil dikurangi.

Sementara Bodyshop –perusahaan ritel internasional yang bergerak di bidang kecantikan, sejak lama mengkampanyekan pelarangan sampah plastik dan stryfoam. Hal ini diungkapkan Values Manager Bodyshop di Indonesia, Rika Angraini.

Rika mengatakan, “Intinya kami akan mencoba menghubungi semua mall dimana Bodyshop ada untuk mengajak mereka ikut momentum yang baik bagi masyarakat. Pengamalan kami, masyarakat cukup antusias dengan program Earth Hour ini dan kami sering meminta mereka sharing (berbagi) pengalaman soal kampanye penghematan listrik, dan ‘say no to stryfoam’.” 


Lima kota besar di Indonesia siap mendukung aksi penghematan listrik global, “Earth Hour”, yang akan berlangsung pada 31 Maret 2012. Earth Hour merupakan inisiatif organisasi World Wildlife Fund – WWF, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Berikut laporan Wella Sherlita dari Jakarta.

TEXT: Tahun ini, Earth Hour Indonesia akan dilaksanakan untuk keempat kalinya. Dengan perkembangan yang demikian pesat dari segi wilayah, partisipasi, dan kesadaran masyarakat dunia, Earth Hour diharapkan tidak hanya menjadi kampanye simbolis, namun menjadi gerakan perubahan besar dan kongkrit di masyarakat.
WWF Indonesia berkomitmen untuk mengusung kampanye ini hingga tahun 2014, untuk membangun kesadaran masyarakat –terutama di kota-kota besar Jawa-Bali, yang selama ini menjadi pengguna listrik terbesar yaitu 78%, dan cenderung boros. Dari angka ini, 23% pengguna berada di DKI Jakarta dan Tangerang.
Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga, mengatakan lima kota besar kembali menyatakan kesiapannya mendukung Earth Hour tahun ini; yaitu DKI Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, dan Bali. Selama satu jam listrik di lima kota akan serentak dimatikan, mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
NYOMAN ISWARAYOGA ACT.
“Seruan aksi tahun ini sebetulnya kita ingin mengajak semakin banyak orang untuk mendukung Earth Hour. Artinya perduli, tahu pesannya apa, dan mau berbuat. Paling tidak mulai dari hemat energi dulu. Pesan dasarnya ‘kan tetap itu, hemat energi di tingkat rumah tangga. Hemat energi itu kebiasaan; kalau di rumah enggak biasa hemat di kantor pasti enggak biasa hemat, demikian sebaliknya. Jadi kita harus mulai di dua tempat. Kalau di rumah Ini akan menjadi trickle down effect (efek turunan) yang cukup tinggi.”
TEXT: Untuk ke depan, Earth Hour diharapkan tidak sebatas mematikan listrik, tetapi diikuti aksi penghematan energi lainnya serta kegiatan penghijauan seperti menanam pohon dan membuat lubang biopori, kata Nyoman Iswarayoga.
Di luar pemerintah pusat dan daerah, beberapa korporasi juga siap berpartisipasi program Earth Hour, dalam beragam kegiatan. Humas PT Garuda Indonesia, Diah Wiratmi, kepada VOA mengatakan beberapa program yang sejalan dengan konsep Earth Hour telah diterapkan pada perusahaan penerbangan milik negara itu.
DIAH WIRATMI ACT.
“Earth Hour memang awalnya diinisiasi oleh WWF, tetapi di Garuda sudah menjadi kegiatan rutin yang kita lakukan setiap hari. Kita melakukan carbon off set, penggunaan biofuel tapi itu masih studi kelayakan tapi nanti di masa depan kita mengarah ke situ. Lalu menanam pohon, dan juga menggunakan konsep eco-living untuk pembangunan kantor Garuda yang baru. Kami meminimalkan penggunaan cahaya.”
TEXT: Diah menambahkan, sisa buangan kertas hasil cetakan tiket juga didaur ulang menjadi agenda. Sejak 2009, bagian pengamanan lingkungan perusahaan juga menghimpun data dari semua unit, berapa watt listrik yang berhasil dikurangi.
Sementara Bodyshop –perusahaan ritel internasional yang bergerak di bidang kecantikan, sejak lama mengkampanyekan pelarangan sampah plastik dan stryfoam. Hal ini diungkapkan Values Manager Bodyshop di Indonesia, Rika Angraini.
RIKA ANGRAINI ACT.
“Intinya kami akan mencoba menghubungi semua mall dimana Bodyshop ada untuk mengajak mereka ikut momentum yang baik bagi masyarakat. Pengamalan kami, masyarakat cukup antusias dengan program Earth Hour ini dan kami sering meminta mereka sharing (berbagi) pengalaman soal kampanye penghematan listrik, dan say no to stryfoam.”

(VoA)